Screenshot_20230325_172240

OKSon, Luwu Timur, – Bupati Luwu Timur , Budiman menyampaikan laporan kinerja keuangan daerah akhir tahun 2022 ditutup dengan capaian yang sangat pantastis. Demikian kata Budiman di Paripurna DPRD Lutim, Rabu (22/03/2023) .

Menurut Budiman berdasarkan laporan kinerja keuangan daerah akhir Tahun Anggaran 2022 dimulai dengan capaian Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Luwu Timur sampai dengan akhir tahun 2022 sebesar Rp1.732.654.721.069,29 (Satu Triliun Tujuh Ratus Tiga Puluh Dua Milyar, Enam Ratus Lima Puluh Empat Juta, Tujuh Ratus Dua Puluh Satu Ribu, Enam Puluh Sembilan Koma Dua Sembilan Rupiah)

Atau 107,16% (Seratus Tujuh Koma Satu Enam Persen) dari target yang ditetapkan pada Perubahan APBD Tahun 2022 sebesar Rp1.616.869.357.811,00 (Satu Triliun, Enam Ratus Enam Belas Milyar, Delapan Ratus Enam Puluh Sembilan Juta, Tiga Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu, Delapan Ratus Sebelas Rupiah).

Pencapaian Pendapatan Daerah tersebut bersumber dari masing-masing komponen pendapatan yaitu penerimaan Pendapatan Asli Daerah atau PAD sebesar Rp341.258.357.609,43 (Tiga Ratus Empat Puluh Satu Milyar, Dua Ratus Lima Puluh Delapan Juta, Tiga Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu, Enam Ratus Sembilan koma Empat Tiga Rupiah) atau 104,91% (Seratus Empat Koma Sembilan Satu Persen),

Dana Transfer sebesar Rp1.330.514.747.320,86 (Satu Triliun, Tiga Ratus Tiga Puluh Milyar, Lima Ratus Empat Belas Juta, Tujuh Ratus Empat Puluh Tujuh Ribu, Tiga Ratus Dua Puluh koma Delapan Enam Rupiah) atau 108,74% (Seratus Delapan Koma Tujuh Empat Persen) serta pencapaian target Lain-Lain Pendapatan Yang Sah sebesar Rp60.881.616.139,00 (Enam Puluh Milyar, Delapan Ratus Delapan Puluh Satu Juta, Enam Ratus Enam Belas Ribu, Seratus Tiga Puluh Sembilan Rupiah) atau 89,55% (Delapan Puluh Sembilan Koma Lima Lima Persen).

Sementara Realisasi Belanja Daerah sampai dengan akhir tahun 2022 sebesar Rp1.666.267.854.429,42 (Satu Triliun, Enam Ratus Enam Puluh Enam Milyar, Dua Ratus Enam Puluh Tujuh Juta, Delapan Ratus Lima Puluh Empat Ribu,
Empat Ratus Dua Puluh Sembilan koma Empat Dua Rupiah) atau 96,64% (Sembilan Puluh Enam Koma Enam Empat Persen) dari target yang ditetapkan pada Perubahan APBD Tahun 2022 sebesar Rp1.724.113.886.050,00 (Satu Triliun, Tujuh Ratus Dua Puluh Empat Milyar, Seratus Tiga Belas Juta, Delapan Ratus Delapan Puluh Enam Ribu, Lima Puluh Rupiah)

Belanja daerah tersebut terdiri atas belanja operasi, belanja modal, belanja transfer, dan belanja tidak terduga. Penerimaan Pembiayaan Daerah dianggarkan sebesar Rp113.847.103.327,00 (Seratus Tiga Belas Millyar, Delapan Ratus Empat Puluh Tujuh Juta, Seratus Tuga Ribu, Tiga Ratus Dua Puluh Tujuh Rupiah) atau 100% (Seratus Persen).

Penerimaan Daerah tersebut bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya (SiLPA). Pengeluaran Pembiayaan Daerah dianggarkan sebesar Rp6.602.575.088,00 (Enam Milyar, Enam Ratus Dua Juta, Lima Ratus Tujuh
Puluh Lima Ribu, Delapan Puluh Delapan Rupiah) atau 97,64% (Sembilan Puluh Tujuh Koma Enam Empat Persen).

Realisasi Pembiayaan netto sebesar Rp107.400.528.239,37 (Seratus Tujuh Milyar, Empat Ratus Juta, Lima Ratus Dua Puluh Delapan Ribu, Dua Ratus Tiga Puluh Sembilan Koma Tiga Tujuh Rupiah) atau 100,15% (Seratus Koma Satu Lima Persen) dari target yang ditetapkan pada Perubahan APBD Tahun 2022.

Laporan realisasi APBD Tahun 2022 yang disajikan dalam dokumen LKPJ, merupakan gambaran capaian angka Unaudited, sementara realisasi angka Audited dapat diketahui secara riil setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Luwu Timur Tahun Anggaran 2022 dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan.

Indikator makro pembangunan merupakan indikator yang menggambarkan keberhasilan pembangunan daerah.

Pencapaian kinerja makro dihasilkan dari berbagai program yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, pihak swasta, dan pihak terkait lainnya dalam pembangunan nasional.

Secara umum indikator makro Kabupaten Luwu Timur pada tahun 2022 berdasarkan Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur Dalam Angka Tahun 2022 tanggal 28 Februari 2023

lalu, tumbuh positif atau lebih baik dari Tahun 2021. Hal tersebut menunjukkan adanya kinerja positif pada sektor ekonomi, sosial, dan pemerintahan.

Peranan terbesar dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADHB) Kabupaten Luwu Timur dihasilkan oleh lapangan usaha pertambangan dan penggalian dimana pada tahun 2022 mencapai 50,04% (Lima Puluh Koma Nol Empat Persen) yang kemudian disusul oleh sektor pertanian sebesar 21,89% (Dua Puluh Satu Koma Delapan Sembilan Persen). Sementara Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan (PDRB ADHK) untuk sektor pertambangan dan penggalian sebesar 1,67% (Satu Koma Enam Tujuh Persen) persen atau jauh lebih baik dari tahun 2021 yang mengalami kontraksi yaitu minus 7,81% (Tujuh Koma Delapan Satu Persen). Sedangkan nilai PDRB ADHK Kabupaten Luwu Timur mencapai 16,35 triliun rupiah meningkat dibandingkan Tahun 2021 yang hanya mencapai 16,03 triliun rupiah. Sementara nilai PDRB ADHB mencapai 28,41 Triliun lebih tinggi dari capaian 2021 yaitu 23,61 Triliun.

Kondisi tersebut berimplikasi positif pada peningkatan Laju pertumbuhan ekonomi pada Tahun 2022 yang mencapai 1,99% (Satu Koma Sembilan Sembilan Persen). Capaian tersebut merupakan tertinggi sejak Tahun 2019. Capaian pertumbuhan ekonomi seiring dengan perkembangan usaha pada setiap sektor lapangan usaha.

Laju Pertumbuhan PDRB ADHK menurut Lapangan Usaha paling besar didukung oleh sektor transportasi dan pergudangan sebesar 14,38% (Empat Belas Koma Tiga Delapan Persen) dan kemudian disusul oleh penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 11,01% (Sebelas Koma Nol Satu Persen). Kedua sektor tersebut bertumbuh cukup signifikan di tahun 2022.

Disisi lain laju pertumbuhan ekonomi tanpa tambang hanya mencapai 2,31% (Dua Koma Tiga Satu Persen) dimana hal tersebut dapat dimaklumi karena sektor pertambangan tumbuh positif dengan peranan yang cukup besar, sehingga dengan mengeluarkan sektor pertambangan, pertumbuhan ekonomi Luwu Timur tidak akan terlalu jauh berbeda dengan Pertumbuhan ekonomi keseluruhan. Selain itu, faktor penyebab lainnya adalah sektor pertanian yang mengalami kontraksi -1,84% (Minus Satu Koma Delapan Empat Persen) di tahun 2022 yang disebabkan oleh produksi Tanaman Pangan, dan Perkebunan yang mengalami pertumbuhan yang minus akibat adanya serangan hama dan serta program peremajaan pada beberapa jenis komoditi, namun sektor perikanan dan peternakan tumbuh cukup baik di Tahun 2022.

” Satu kesyukuran, Luwu Timur semakin baik secara ekonomi dari waktu ke waktu, capaian ini buah dari kolaborasi kita semua, ekskutif dan legeslatif , Atas kerjasama yang baik ini saya mengucapkan terimakasih . ” Tutup Budiman . ( OKSon/***)

 

 

 

 

 

Pilihan Redaksi

Berita Terbaru

Baca Juga