Okson, Luwu Timur – Rapat Dengar Pendapat terkait Aktivitas PT PDS yang berlangsung di Lantai 9 DPRD Sulsel sempat ricuh. Kamis (15/09/2022) .
Warga Luwu Timur yang hadir di RDP tiba -tiba emosi mendengar pernyataan salah seorang anggota DPRD Sulsel yang menyarankan agar peserta yang mengikuti RDP jangan terlalu serius dan santai saja.
” Kita jangan bias ya di RDP ini, ini bukan rapat pertama dan terakhir, jadi santai sajalah, setelah ini masih ada lagi rapat, jangan terlalu serius. ” Ujar Mizar Roem.
Mendengar itu, anak – anak Malili yang hadir di RDP tersebut emosi.
” Bapak jangan bicara seperti itu, ini persoalan serius. Kamu bisa bicara seperti itu karena kamu tidak merasakan dampaknya. ” Kata Nasriadi.
Hari Ananta juga ikut menimpali, Kami memperjuangkan ini sudah cukup lama, jadi jangan bicara seperti itu.
Selain warga Lutim, raut wajah para legeslator Luwu Raya yang hadir diruangan tersebut mengisyaratkan juga tidak respect terhadap pernyataan Mizar.
Adu mulut serta aksi saling tunjuk dan pukul meja tak bisa dibendung. Melihat situasi yang memanas ini Pimpinan Rapat A. Rachma Tika Dewi Yustitia Iqbal meminta peserta menahan diri.
” Tolong semuanya untuk tenang, agar kita lanjutkan RDP ini, saya minta semuanya diam ,sekali lagi saya minta semuanya untuk tertib. ” Kata Rachma Tika.
Namun adu mulut tak juga berhenti, hingga Andi Hatta beranjak dari kursinya maju kedepan menenangkan warga Malili yang tersulut emosi.
Akhirnya ruang RDP kembali steril dan rapat di lanjutkan lagi.
Untuk di ketahui suasana RDP ini terasa mulai memanas ketika pimpinan rapat mempersilahkan Witman Budiarta menyampaikan pendapatnya terkait operasional PDS di Lutim.
” Kami beroperasi punya legal standing, dan kami baru beroperasi Februari 2022. Selama ini vakum karena belum dapat partner bisnis.
Belum selesai Witman memberikan pendapatnya langsung di sela oleh Hari Ananta Gani. Dari Komite Jaringan Aktivis Mahasiswa.
” Bohong itu pimpinan, kami punya bukti nya, Pak Witman jangan bohong, izin perusahaan bapak sudah lama terbit, tumpukan ore lama dipinggir pantai Lampia itu bukti perusahaan anda sudah lama beroperasi. “
Pimpinan rapat akhirnya menegur Hari, meminta memberikan kesempatan kepada Witman menyelesaikan pernyataannya. ( OKSon/***)